Beranda Berita Kidung Lelono: Pasukan Tanpa Senjata, Menusuk Sukma Lewat Nada

Kidung Lelono: Pasukan Tanpa Senjata, Menusuk Sukma Lewat Nada

4031
3

pptialfalahsalatiga.com – Bertepatan Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017, RMI NU Salatiga mengadakan berbagai perlombaan. Salah satu cabang lomba berupa Musabaqoh Rebana yang terselenggara satu hari sebelumnya, yaitu 21 Oktober 2017 di Pendopo POLRES Salatiga. Lomba diikuti oleh berbagai grup rebana yang berasal dari beberapa Pesantren sekitar Salatiga dengan jumlah 12 peserta, salah satunya adalah Grup Rebana Kidung Lelono.

Kidung Lelono merupakan Grup Rebana PPTI Al Falah Salatiga yang awal mulanya bernama Soutul Falah dengan beranggotakan 11 santri putra. Antara lain Kang Ganang, Munib, Ilham, Denis, Asa, Danang, Alip, Malik, Taufiq, Ikhsan, Majid yang mempunyai kemauan untuk melantunkan salawat. Dengan kemampuan yang terus di asah dan kemauan yang mereka punyai, Grup Kidung Lelono ini dapat berkembang cepat.

Berlatih pada waktu luang bahkan mengorbankan jam mengaji mereka lakukan untuk menampilkan shalawat dengan baik. “Karena setiap perlombaan, saat di atas panggung yang kami cari adalah kenyamanan. Dalam artian kelancaran tanpa kesalahan dan sukses,” ucap kang Ganang.
Kidung Lelono yang biasa disingkat menjadi KL mendapat nomor urut 1 dari 12 peserta, dengan membawakan salawat Ya Asyiqol Musthofa.

Juara 1 Lomba Hari Santri 2017

Penampilan mereka di sambut dengan antusias oleh penonton bahkan membuat para juri terpukau. Pada tanggal 22 Oktober 2017, tepat Peringatan Hari Santri yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Grup Kidung Lelono mendapatkan Juara 1. Kemenangan ini tidak menjadi hal yang mereka sombongkan. Karena niat mereka tidak sepenuhnya pada kemenangan “Intinya, bagi kami juara itu hal yang tidak seberapa. Karena sejatinya salawat ajang perlombaan. melainkan untuk menyalurkan kerinduan pada kekasih Allah Baginda Rasulullah,” tutur Kang Ganang selaku manager dan vokalis Kidung Lelono.

Perjuangan mereka tidak hanya pada saat itu. Namun berlanjut untuk terus meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman dalam perlombaan. Selain itu menyampaikan lantunan-lantunan kerinduan pada Baginda Rasulullah dengan slogan “Pasukan tanpa senjata menusuk sukma lewat nada”.

“Nyadong syafa’at, nyambung kerabat, bonus berkat,” pungkas Kang Munib.

Artikulli paraprakPoskestren Adakan Posengetren Pertama di Indonesia
Artikulli tjetërLCC Awali Musabaqoh Santri

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini