Beranda Berita Peringatan Haul: Momentum Ambil Teladan Mbah Zoemri

Peringatan Haul: Momentum Ambil Teladan Mbah Zoemri

1139
1
copyright INSantri PPTI Al Falah
Ning Siti Rofiah, PPTI Al Falah

pptialfalhsalatiga.com – Sabtu Malam, 8 Agustus 2020 menjadi malam puncak dalam rangkaian acara Peringatan Haul Almaghfurlah K. H. M. Zoemri RWS ke-5. Acara ini bertempat di aula utama Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah dengan menghadirkan KH. Dr. Agus Ahmad Suaidi, Lc, M.A sebagai pengisi acara inti.

Hadir dalam acara ini ahlul bait, keluarga Bani Sulaiman, beberapa tamu undangan, serta santri putra dan putri PPTI Al Falah. Acara ini juga tayang secara live melalui channel resmi YouTube PPTI Al Falah, agar semua pihak yang belum bisa hadir bisa ikut menyimak jalannya acara. Penampilan Grup Rebana Kidung Lelono sebagai pembuka menambah semaraknya acara ini.

“Sudah menjadi sesuatu yang harus disyukuri, karena ditengah masa pandemi, pondok pesantren masih bisa menyelenggarakan hajat tahunan meski dalam nuansa yang berbeda. Sesuatu yang tidak disangka-sangka juga, ketika semua perencanaan yang sudah direncanakan pihak ahlul bait untuk acara ini sebelumnya tidak bisa terlaksana. Namun, diharapkan bisa mengambil manfaat dari semua ini”, sekilas penuturan Ning Siti Rofiah dalam sambutannya.

Peringatan Haul memiliki berbagai makna. Salah satunya merupakan bagian dari cara ahlul bait juga santri untuk mendoakan Simbah K. H. M. Zoemri RWS. Betapa kepribadian beliau yang kuat, penuh kerja keras juga kedisiplinan meninggalkan rindu yang teramat dalam bagi semua pihak.

Haul juga menjadi momentum untuk mengambil teladan beliau. Karena Simbah K. H. M. Zoemri RWS adalah sosok yang sangat gigih sepanjang hayat hingga beliau wafat. Segala perjuangan beliau di jalan Allah, juga kecintaan beliau terhadap agama Allah.


Haul menjadi suatu cara untuk menghayati kesantunan. Bahwa santri bukan hanya ketika berada di pondok pesantren saja, namun hingga akhir hayat. Segala perjuangan Simbah K. H. M. Zoemri RWS untuk mendirikan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah sehingga dapat berdiri sampai sekarang, adalah bukti betapa Simbah K. H. Zoemri RWS telah membangun sistem dengan tatanan yang sangat kuat.

“Cinta tidak bisa ditulis diatas kertas, karena kertas dapat terhapus oleh waktu.
Cinta tidak bisa ditulis diatas batu, karena batu bisa pecah.
Cinta hanya terpatri di dalam hati, karena akan abadi didalamnya.”

Ning Siti Rofiah membacakan nukilan puisi Jalaludin Rumi sebagai ungkapan untuk segala cinta juga rindu terhadap Simbah K. H. M. Zoemri RWS.

Dengan acara yang sederhana namun penuh hikmah, siraman rohani dari K. H. Dr. Agus Ahmad Suaidi Lc, M.A membuka kembali pemikiran atas segala keadaan yang terjadi saat ini. Dengan sederhana pula, memaknai kebersamaan di pondok pesantren menjadi warna tersendiri. Menikmati makan bersama juga berfoto bersama. Sederhana namun penuh dengan makna.

Artikulli paraprakNyai Latifah : Bapak adalah Sosok Pejuang
Artikulli tjetërBedah buku “Hilda” : Memetik Pesan Pendidikan dalam Sebuah Novel

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini