Beranda Berita Alfin’17: Doa Bersama dan Tasyakuran

Alfin’17: Doa Bersama dan Tasyakuran

603
0

pptialfalahsalatiga.com – Kamis (16/12), Alfin Castle (Al Falah IAIN 2017) adakan doa bersama dan tasyakuran. Acara ini sebagai wujud telah selesainya studi yang mereka tempuh di IAIN Salatiga. Lantunan ayat suci oleh Saudari Fitria Mustangadah membuka jalannya acara. Sambutan yang pertama oleh ketua Alfin Castle, Saudara Faiz Aulal Mubarok.


“Menika acara damel mensyukuri rencang-rencang sedanten ingkang sampun rampung anggenipun menempuh studi lan doa bersama mugi-mugi sedanten cita-cita rencang sedoyo saget tercapai,” jelasnya.


“Semakin kita bersyukur, semakin bertambah pula nikmat kita. Sehingga ketika ada acara apapun semoga dimudahkan oleh Allah SWT,” tutur Ibu Nyai Hj. Latifah Zoemri dalam sambutannya.


Bacaan tahlil oleh Ustadz Muhammad, pemotongan tumpeng, dan mauizah hasanah oleh Gus Wildan Atamimi menjadi acara selanjutnya. Mengutip dari kitab Ihya’ Ulumuddin, Gus Wildan Atamimi menjelaskan bahwa ketika kita bersyukur itu melihat nikmat, dan sejatinya kenikmatan itu ketika kita melihat siapa yang memberi nikmat itu sendiri. Dalam mauizahnya, Gus Wildan Atamimi sangat menganjurkan para santri untuk selalu bersyukur dalam keadaan dan kondisi apapun.


“Setiap manusia itu terkadang merasa memiliki, abote niki, karena ketika manusia merasa memiliki niku bakale gethun.

Gus Wildan Atamimi juga berpesan bahwa setiap santri yang telah menjadi alumni harus tetap berhubungan dan mengetahui keadaan dan kondisi pesantren.

“Sopo wonge sing 40 dino ora kumpul karo wong alim alamah bakal atos atine,” pesan Gus Wildan Atamimi.

Kyai Kholilurrahman bawakan doa sebagai acara penutup.


“Sikap khidmah bagi santri itu wajib,” tutup Kyai Kholilurrahman.


“Kanggo santri, naliko olehe syukur kui ibarat akar. Akar olehe berjuang ono kalane tanahe empuk lan atos. Akar mau mikir kepie nduwure supaya disenengi wong akeh. Kenapa akar selalu di bawah? Karena akar mampu melindungi atasnya. Akar itu tidak pernah memperlihatkan kesenangannya, karena kesenangan akar itu berasal dari guru.”

Artikulli paraprakMembaca Al-Qur’an: Ladang Pahala atau Sumber Dosa
Artikulli tjetërPelantikan Pengurus Asrama 2021/2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini