Beranda Artikel Berburu Malam Lailatul Qadar Ramadan 1442 H

Berburu Malam Lailatul Qadar Ramadan 1442 H

669
0
Berburu Malam Lailatul Qadar

Seluruh umat Islam di penjuru dunia selalu memburu malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar tidak akan didapatkan oleh orang yang hanya terjaga di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Orang-orang yang istiqomah di bulan Ramadan, merekalah yang akan mendapatkannya.

Berikut beberapa pendapat untuk menentukan kapan jatuhnya malam Lailatul Qadar:

  1. Lailatul Qadar hanya terjadi sekali pada zaman Rasulullah SAW saja. Akan tetapi, tidak banyak yang mendukung pendapat ini.
  2. Akhir bulan Ramadan.
    “Kami mengetahui malam Lailatul Qadar dari Rasulullah SAW, ketika itu beliau bertanya: “Siapa diantara kalian yang pernah melihat bulan pada waktu malam muncul seperti retak tempurungnya?” (H. R. Abu Hurairah)
    Dari hadis di atas dapat kita simpulkan bahwa Lailatul Qadar berada pada akhir bulan Ramadan, karena bentuk bulan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW hanya datang pada akhir bulan.
  3. Malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
    Hal ini sesuai hadis shahih berikut:
    “Carilah dia (Lailatul Qadar), di sepuluh terakhir di bulan Ramadan pada bilangan ganjil.” (H. R. Bukhari Muslim)
  4. Tujuh malam terakhir bulan Ramadan.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Dapatkanlah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, apabila kalian merasa lemah atau tidak mampu melaluinya makan jangan sampai kalian kehilangan tujuh malam berikutnya.”
  5. Malam ke-27 bulan Ramadan.
    Para ulama’ banyak yang menyetujui pendapat ini. Hadis hadis Rasulullah pun banyak yang mendukung hal ini, salah satunya yaitu:
    “Barang siapa mencarinya, maka carilah di malam yang ke-27.” (H. R. Ahmad)
  6. Menurut Imam Al-Ghazali.
    Jika awal puasa hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 29. Apabila awal puasa hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21. Jika awal puasa hari Selasa atau Jum’at, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27. Namun jika awal puasa hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 25. Jika awal puasa hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 23.

Dari mayoritas pendapat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sekitar 10 malam terakhir bulan Ramadan. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak ibadah di malam-malam terakhir bulan Ramadan.

Keutamaan malam Lailatul Qadar:

  1. Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.
  2. Malam yang penuh keberkahan.
  3. Malaikat dan ar-Ruuh (Jibril) turun pada malam itu.
  4. Lailatul Qadar disifati dengan “salaam”.
  5. Takdir tahunan dicatat pada malam ini.
  6. Allah SWT akan mengampuni dosa setiap orang yang menghidupkan malam ini.

Pada malam itu, udara akan terasa sejuk, langit terang benderang, bersih dari awan-awan, bintang terlihat. Pada keesokan harinya, matahari akan bersinar seperti biasa tetapi memancarkan cahaya redup. Kita akan mengenali keistimewaannya setelah malam itu terlalui. Maka dari itu, Ramadan kali ini jangan sampai terlewatkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Wallahu a’lam bisshowab.

Artikulli paraprakBulan Ramadan: Kesempatan Baik untuk Meninggalkan Rokok
Artikulli tjetërDahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini