Beranda Artikel Keutamaan Bulan Rajab

Keutamaan Bulan Rajab

20070
0

Sebentar lagi, umat islam akan memasuki Bulan Rajab yang jatuh pada Sabtu (13/2). Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan hijriah yang dimuliakan selain bulan Dzulkaidah, Dzulhijah dan Muharam.

اِنَّ عِدَّةَ الشُهُوْرِ عِنْدَاللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوتِ والَارْضَ مِنْهَآ ارْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ ذلِكَ الدِيْنَ القَيِّمُۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا المُشْرِكِيْنَ كَآفَّةًۗ وَاعْلَمُوْآ اَنَّ اللهَ مَعَ المُتَّقِيْن (التّوبة: ۳۶)

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. At-Taubah: 36)


Ayat di atas menjelaskan bahwa 4 dari 12 bulan dalam Islam disebut sebagai bulan haram (mulia). Dalam bulan tersebut, tidak dianjurkan melakukan peperangan maupun melakukan hal yang menyebabkan dosa besar. Justru sebaliknya, kita dituntut melakukan berbagai macam amalan, seperti puasa, membaca shalawat sesering mungkin dan beristighfar.

Menurut para ahli tafsir, bulan Rajab masuk dalam bulan haram, yang dikuatkan dengan hadist riwayat Bukhari dan Muslim:


حدثنا مُحَمَّد بنُ المُثَنَّى: حدّثنَا عَبْدُ الوَهَابِ: حَدَّثَناَ ايُّوبُ ،عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيريْنَ ، عَنْ ابْنِ ابِي بّكْرَةَ، عَنْ ابْنِ بَكْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، عَنِ النَبِيِّ صلى أللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

Keutamaan bulan Rajab yang paling masyhur

1. Bulan yang mendekatkan kita pada bulan Ramadhan
Rasulullah mengajarkan umat islam untuk ber do’a pada bulan Rajab agar dipertemukan dengan bulan penuh rahmat, bulan Ramadan.

اَللهُم بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya:
“Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

2. Bulan bertaubat
Allah membuka luas ampunan-Nya bagi siapa pun yang memohon ampun dengan tulus. Oleh karena itu, perbanyaklah bertobat dengan beristigfar.

3. Isra’ Mi’raj
Di bulan Rajab ini terjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW dan umat islam. Pada malam ke-27 bulan Rajab, Rasulullah melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj.

Amalan-amalan di bulan Rajab

1. Puasa sunnah Rajab

حدثنا عثمان ابن حكيم الانصارى قال سالت سعيد ابن جبير عن صوم رجب نحن يوميد في رجب فقال سمعت ابن عباسرضي الله عنهما يقولان كان رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم.

Artinya:
“Telah menceritakan kepada kami Ustman Ibn Hakim Al-Anshari berkata: aku bertanya kepad Asa’id Ibnu Jubair tentang puasa Rojab, padahal waktu itu dibulan Rajab dia menjawab, aku pernah mendengar Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak berpuasa.” (HR. Muslim)

Rasulullah pernah berpuasa dibulan Rajab dan juga pernah tidak berpuasa dibulan Rajab. Dalam hal ini menunjukkan bahwa puasa sunnah dibulan Rajab bukanlah wajib namun diperbolehkan puasa sunnah dibulan Rajab.

Diriwayatkan Al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid keutamaan berpuasa sunnah Rajab sebagai berikut,
“Barang siapa berpuasa sehari dibulan Rajab, maka ia laksana berpuasa sebulan, bila perpuasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuk 8 pintu surga dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.”

Rosulullah SAW bersabda:
“Berpuasalah pada bulan Ramadhan, tiga hari setelahnya dan pada bulan haram (yaitu Rajab, Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharam.” (HR. Ibnu Majjah No.1731)

Niat puasa sunnah Rajab:


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِيْ شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةَ اللهِ تَعَا لَى

2. Memperbanyak Sholawat


اِنَّ اللهَ ومَلاَئكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَبِيْ ﮷ۚ يَأيُّها الّذِيْن امَنُوا صَلُّوا عَلَيْه وَسَلِّمُوْا تَسْليْمًا


“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi, hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S Al Ahzab: 56)

3. Beristigfar
a. Amalan yang dianjurkan di bulan Rajab bagi umat muslim diantaranya adalah membaca istigfar setiap pagi dan sore hari sebanyak 70x.

b. Membaca Sayyidul Istigfar tiga kali pagi dan sore.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰـهَ إِلَّا أَنْتخَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَوَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّوَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيفَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.


c. Membaca istigfar ba’da Ashar 7x

Kesimpulan

Bulan Rajab adalah satu dari empat bulan yang istimewa. Dengan ini kita sebagai umat muslim dianjurkan memperbanyak amalan-amalan sunnah, seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah diantaranya puasa sunnah, memperbanyak sholawat dan membaca istighfar. Maka, jangan melewatkan kesempatan di bulan yang istimewa ini.

Sumber
Hadist riwayat Abu Bakroh dalam kitab Shohih Bukhori hadist 3197
Hadist riwayat Ahmad No. 1942 dalam kitab Durotun Nasyikhin
Hadist riwayat Ibnu Majjah No I731 dalam kitab Durotun Nasyikhin

Artikulli paraprakSudut Ruang Sadarku (Puisi)
Artikulli tjetërPembacaan Simtudduror Kidung Sholawat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini