Beranda Berita Malam Nuzulul Qur’an: Santri Penerus Perjuangan Pengamalan Al Qur’an

Malam Nuzulul Qur’an: Santri Penerus Perjuangan Pengamalan Al Qur’an

884
0
Malam Nuzulul Qur'an Santri Penerus Perjuangan Pengamalan Al Qur'an

pptialfalahsalatiga.com – Rabu malam (28/04) Al Falah peringati malam Nuzulul Qur’an. Bertempat di Masjid Klenteng Salatiga, seluruh santri PPTI Al Falah, ahlul bait, serta ibu-ibu jamaah pengajian sekitar ikut menghadiri acara ini.

Seluruh santri PPTI Al Falah menuju Masjid Klenteng dengan berjalan kaki usai melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Para santri nampak sangat antusias. Acara berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Para santri diwajibkan memakai masker dan face shield.

Sesampainya di lokasi, petugas Poskestren sudah siap dengan alat pengukur suhu badan untuk mengecek satu persatu suhu badan peserta yang hadir. Pukul 20.45 WIB para santri telah memenuhi lokasi. Lantunan sholawat oleh grup rebana Kidung Lelono menambah harmonis suasana. Acara berlangsung pukul 21.00 WIB dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Danang Setiadi (salah satu santri PPTI Al Falah). K.H. Ma’sum berkesempatan untuk memberikan sambutan pada malam itu dilanjutkan dengan pembacaan sholawat mahalul qiyam oleh grup rebana Kidung Lelono.

Memasuki acara inti, yaitu mauidhoh hasanah oleh Gus Yusuf Chudlori dari Pondok Pesantren API Salaf Tegalrejo Kabupaten Magelang. Para santri menyimak dengan saksama. Gaya ceramah Gus Yusuf yang berapi-api membuat seluruh hadirin tidak bosan mendengarnya. Tak lupa, beliau mengingatkan para santri untuk senantiasa bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan menuntut ilmu yang masih dapat mereka rasakan hingga saat ini.

“Wong nak kakean sambat kui marai lali nikmat.” -K.H. Yusuf Chudlori.

Pada malam Nuzulul Qur’an ini, Gus Yusuf juga menyampaikan bahwa santri merupakan penerus perjuangan, pemahaman, dan pengamalan Al Qur’an.

“Di tangan para santrilah yang akan menjadi penerus perjuangan, pemahaman, dan pengamalan Al Qur’an,” tutur Gus Yusuf.

Acara berakhir pukul 23.00 WIB. Para santri kembali ke pesantren dengan berjalan kaki lagi. Tampak raut lelah menahan kantuk di beberapa wajah santri. Namun, rasa lelah mereka tidak lebih besar dari semangat mereka menuntut ilmu dan mencari keberkahan dari para guru dan kyai.

Artikulli paraprakRamadan dan Peristiwa Nuzulul Qur’an
Artikulli tjetërMuwada’ah Kajian Ramadhan : Ilmu dan amal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini