Beranda Berita Keren! Santri Al Falah Juara 1 Lomba Film Pendek POSPEDA 2022

Keren! Santri Al Falah Juara 1 Lomba Film Pendek POSPEDA 2022

533
1
Santri Juara Lomba Film

pptialfalahsalatiga.com – Santri sekolah PPTI Al Falah Salatiga raih Juara 1 lomba film pendek POSPEDA tingkat Jawa Tengah (28/8). Tahun ini, POSPEDA IX (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah) kembali digelar secara hibrid, yakni daring dan luring dengan peserta sebanyak 1.558 santri.

Perlombaan yang rutin pelaksanaannya selama 3 tahun sekali itu tahun ini mengangkat tema “Santri sehat, cerdas, mandiri, dan toleran”. Tema ini ternyata memiliki makna yaitu ketika perubahan iklim, maka kesehatan jasmani kita sangat diperlukan. Sehingga harus tanggap dengan berkonsentrasi memperkuat kemampuan akal, batin dan penguatan moderasi beragama.

Santri tahasus sekolah PPTI Al Falah juga ikut berpartipasi dalam penyelanggaran lomba ini. Mereka mengikuti lomba yang salah satunya terlaksana secara daring yaitu lomba Film Pendek. Dengan berjumlah 8 orang diantaranya Abdul Latief Setiawan, Dina Cahyati, Ahmad Khoiru Ziad, Hafiz Abi Alfahrozi, Dewi Wulandari, Zakiya Nurkhayati, Elyu Maulida Humaira, Andika Febriyansyah mereka berhasil raih juara 1.

Kesungguhan dan perjuangan yang mereka usahakan selama pembuatan film menjadikan mereka berhak untuk mendapatkan juara. Mengingat keseharian mereka di pondok dan tentunya masih duduk di bangku sekolah tidak membuat mereka menyerah.

“Banyak kendala yang kita alami, salah satunya yaitu tentang memanage waktu antara sekolah, mengaji, dan membuat film,” jelas Elyu salah satu santri tahasus sekolah.

“Tapi dengan adanya lomba tersebut, saya dan teman-teman bisa saling bekerjasama dalam pembuatannya. Ada yang take video, pemeran film, semuaya saling bekerjasama untuk membagakan nama pondok pesantren,” imbuh Elyu.

Film pendek yang mereka lombakan memiliki judul “Beda Tapi Sama” yang mempunyai filosofi bahwa semua yang ada dalam dunia terutama dalam dunia pondok pesantren memiliki sebuah perbedaan. Namun, dari perbedaan tersebut justru kita bisa mengerti bahwa kita itu sama kedudukannya, sama-sama manusia, sama-sama santri. Jadi, jangan lihat sebuah perbedaan sebagai kebencian, tetapi lihatlah perbedaan untuk menjadikan kita sesama manusia untuk terus menebarkan kasih sayang.

Artikulli paraprakSantri SMP RUQ Al Falah Antusias Ikuti Lomba Agustusan
Artikulli tjetërPuisi: Merdekalah Sesuka Hati!

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini