Beranda Artikel Refleksi HUT RI Ke-77, Memaknai Barokah Kemerdekaan

Refleksi HUT RI Ke-77, Memaknai Barokah Kemerdekaan

654
3
Memaknai Barokah Kemerdekaan
Upacara dalam rangka HUT ke-77 RI di PPTI Al Falah Salatiga

pptialfalahsalatiga.com – Semarak semangat nasionalisme selalu merangkak naik setiap moment hari tujuhbelasan tiba. Tanggal tujuhbelas Agustus menjadi tanggal istimewa bagi masyarakat Indonesia. Selain adanya upacara bendera, berbagai perlombaaan dan acara-acara dengan konsep gotong royong seakan menjadi hal wajib dalam peringatan HUT Republik Indonesia ini. Semua golongan, tanpa sekat usia dan strata bersama-sama mengambil bagian dalam euforia tahunan ini melalui banyak cara. Lalu, bagaimana kita sebagai kaum pelajar memaknai dan turut berperan serta dalam memaknai kemerdekaan?

Merdeka bukan hanya kata sifat tanpa perbuatan. Sebab dengan ‘merdeka’, seseorang dapat dengan utuh menjalankan perannya sebagai manusia. Sama halnya seperti sejarah negara kita, Indonesia. Sebelum menjadi negara yang secara de facto dan de jure berstatus merdeka, masyarakatnya sangat terbatas dalam memperoleh pendidikan. Namun, setelah Indonesia menjadi negara yang merdeka, Pendidikan menjadi salah satu dari empat tujuan negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Memaknai Barokah Kemerdekaan

Mengutip amanat Gus Mahfudl dalam peringatan HUT RI ke-77 di PPTI Al Falah Salatiga, Rabu (17/08) beliau mengatakan bahwa sebagai santri dan siswa-siswi harus selalu mensyukuri nikmat kemerdekaan salah satunya dengan mengikuti upacara bendera setiap 17 Agustus. Sambungnya, dengan barokah dari kemerdekaan, seorang siswa mampu memiliki bercita-cita yang tinggi dan terfasilitasi untuk menggapai cita-cita itu. Dengan barokah kemerdekaan, seorang santri bisa mengaji dengan tenang, seorang santri bisa berkumpul dengan aman. Dengan barokah kemerdekaan, seorang santri mampu dengan penuh keikhlasan meninggalkan keluarga karena yakin bahwa keluarga yang berada dirumah juga dalam keadaan yang aman. Keamanan, kebahagiaan, kesejahteraan dan tercapainya mimpi-mimpi besar dari seluruh anak bangsa ini hanya bisa mungkin terjadi tatkala negara ini adalah negara yang merdeka.

Sebagai generasi penerus bangsa, santri dan siswa memiliki peran dan tanggung jawab menjadi pengisi pemimpin-pemimpin bangsa dimasa depan. Setiap dari kita wajib hukumnya untuk memiliki akhlak yang baik serta penghormatan yang baik kepada para guru. Bahkan juga menekankan bagi setiap santri yang melaksanakan pendidikan di Al Falah kelak menjadi agen-agen perubahan dimasyarakat sekitar. Menjadi pemimpin-pemimpin pembaharuan menuju kebaikan ditempat dimana dia mengabdikan diri.

Artikulli paraprakHidup adalah Pilihan, Iya Bukan?
Artikulli tjetërPuisi: Merajut Asa, Memupuk Rasa

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini