Ramadhan- Telah - Tiba - Ketahui - Arti - dan - Pemaknaannya!

PPTI AL FALAH SALATIGA

To Build High Quality Muslim Generation

Opini

Ketahuilah Arti Ramadhan Sebelum Terlewatkan!

Ramadhan adalah bulan dengan seribu keutamaan yang ada padanya. Selain terdapat hari Al-qur’an diturunkan, juga malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang ada dalam Al-qur’an, yaitu surah Al-Baqarah ayat 186.

Terlepas dari keistimewaan-keistimewaan tersebut. Ramadhan memiliki arti dan pemaknaan yang lebih dalam dari pada menahan lapar dan dahaga seharian. Apakah itu?

Arti ramadhan menurut shalafu as-shalih

Menurut Syekh Abdul Qadir Jaelani, dalam kitabnya “Ghayatut Thalibin ” lafal ramadhan memiliki arti dari masing-masing huruf penyusunnya. Yaitu: Ra’, Mim, Dhad, Alif, dan Nun. Masing-masing huruf tersebut memiliki sirr dalam pemaknaannya, yaitu: Ra’ berarti “Ridwanullah,” maksudnya, Ridho Allah tercurah kepada hamba yang menjalankan ibadah. Mim memiliki arti “Mahabbatullah“, maksudnya cinta Allah senantiasa untuk orang-orang yang berdo’a, berpuasa dan bermunajad kepada-Nya. Dhad memiliki makna “Dhamanullah“, maksudnya jaminan Allah untuk hamba yang menggunakan ramdhan dengan semestinya. Menghiasi dengan ibadah dan beri’tikaf serta mendatangi majlis-majlis ‘ilmu. Alif memiliki arti “Ulfatullah”. Maksudnya, kasih sayang Allah senantiasa tercurahkan kepada hamba yang selalu memohon ampunan dan pertolongan kepada-Nya pada bulan ramadhan. Nun yang berarti ” Nuurullah“, ialah cahaya Allah yang memberkahi dengan turunya Al-qur’an juga malam lailatul qadr.

Lain halnya dengan Syekh Abdul Qadir jaelanai, menurut Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-khawbawiyi, dalam kitabnya “Duratun Nashihin“. Ramadhan berasal dari asal kata “Raddhun” yang memili arti panas. Karena seringkali bulan ini jatuh bertepatan pada bulan-bulan panas atau musim kemarau.

Selain itu kata panas juga memiliki tafsir sebagai akibat dari rasa lapar dan dahaga. Ada juga yang menafsirkan panas karena terbakarnya dosa-dosa selama sebelas bulan lamanya. Seperti besi yang tertimbun dalam perut bumi selama sebelas bulan, telah berkarat dan usang. Lalu terpanaskan, terpukul dan tertempa menjadi besi baru kembali.

Pemaknaan Syekh Usman, selaras dengan faedah puasa yang dijabarkan oleh Imam Izzuddin bin Abdissalam dalam bukunya, “Maqasidul ibadat.” faedah puasa adalah menghilangkan dosa yang telah lalu, memperbanyak sedekah, meningkatkan ketaqwaan juga meninggikan derajat.

Untuk itu, selayaknya kita memanfaatkan momentum ibadah bulan suci dengan bijak dan kompeten. Selain banyaknya kemuliaan yang ada pada bulan ramadhan, juga Karena jaminan Allah bagi setiap hamba-Nya yang berpuasa adalah surga Rayyan.

Copyright © 2020 PPTI Al Falah Salatiga. | All rights reserved. | Newsphere by AF themes.