Beranda Artikel Santri, Penggerak Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Santri, Penggerak Amar Ma’ruf Nahi Munkar

505
0
Santri Penggerak
Oleh: Khoirul Izzah

Di era yang modern ini, semakin banyak berita-berita mengenai kekerasan di kalangan masyaralat sosial yang bersumber dari teknologi. Dengan adanya berita tersebut membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Salah satu dampak negatif ialah kurangnya etika sopan santun terhadap sesama orang, banyak pula kasus-kasus mengenai pelecehan, dan pergaulan seks. Hal inilah karena kurangnya pemahaman msyarakat tentang perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.

Tanggapan santri mengenai permasalahan tersebut ialah memberi contoh teladan yang baik bagi masyarakat. Masyarakat menganggap santri sebagai generasi ulama, bisa memberikan perubahan dan kemajuan terhadap agama dan bangsa. Kehidupan santri di pesantren mencerminkan terhadap pengabdian terhadap ajaran-ajaran Islam. Mereka sudah meluangkan waktu, pikiran, dan harta yang dimilikinya untuk mempelajari dan mendalami berbagai kajian Islam. Dia diajarkan untuk pengabdian kegiatan kepada msyarakat agar bertujuan memiliki nilai suka rela dalam bergaul, dan bersosialisasi di masyarakat. Sehingga mereka mampu terjun di lingkungan masing-masing. Adanya proses pembelajaran mendidik santri untuk siap selalu saat dalam menyampaikan syiar dakwahnya. Santri harus siap dalam berbagai proses pembangunan negara khususnya dalam pembangunan pendidikan beragama.

Metode yang digunakan santri menangani kasus permasalahan tersebut ialah dengan cara berdakwah lewat teknologi informasi. Masyarakat pada umumnya sudah menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini, membuat santri dapat melakukan dakwah dengan berbagai macam metode, juga mempermudah santri untuk bersyi’ar ajaran-ajaran Islam. Santri harus mempunyai cara atau rancangan yang harus dipahami, mencari teks materi dakwah yang menjadi model dakwahnya agar bisa memberikan pemahaman terhadap masyarakat, sehingga masyarakat lebih mudah untuk menampung atau menerima berbagai hal yang telah disampaikan. Salah satu sarana yang digunakan untuk berdakwah menggunakan media online melalui internet, karena lebih mudahnya di akses oleh masyarakat. Media sosial yang mulai dari blog, website, facebook, twitter, tiktok, youtube, instagram, serta aplikasi lain yang terdapat dalam media digital. Para santri dapat mengakses tambahan informasi secara digital baik berupa jurnal, kitab berbetuk pdf, kamus online, ebook maupun informasi yang bersifat audio visual yang tentunya hal ini berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Oleh karena itu santri juga harus mahir dalam materi kajian-kajian kitab kuning dan mengaitkan dengan dalil-dalil yang bersumber dari Al Qur’an, hadis, sehingga santri bisa menemukan jalan keluar dari berbagai masalah yang timbul dimasyarakat. Melalui media online, masyarakat bisa mengaksesnya setiap saat. Melihat kecanggihan teknologi yang semakin maju, santri harus mampu memperdalam wawasan digitalisasi untuk menambah konten-konten yang lebih menarik dan bagus di media sosial. Setelah adanya dakwah mengenai amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan santri, masyarakat sedikit demi sedikit mengikuti kebaikan dan mengikuti petunjuk, berbuat baik terhadap sesama manusia, belajar bertakwa, berakhlak mulia, berkemajuan unggul dalam ilmu pengetauhan, tidak melakukan perbuatan berbuat buruk, bisa menyelamatkan orang-orang lalai dan orang-orang ahli maksiat dan juga orang lain yang taat dan istiqamah, karena sikap diam atau tidak peduli terhadap amar ma’ruf nahi munkar merupakan suatu bahaya dan kehancuran,

Tantangan santri dalam dakwah menggunakan teknlogi informasi harus bertanggung jawab jika ada kesalahan dalam teks, naskah, atau data-data yang kurang valid. Yang paling utama dalam menghadapi kesalahan tersebut dengan cara pembenahan dan peninjauan kembali supaya mengetahui kesahalan terletak dibagian mana dan yang harus diperbaiki yang mana. Dengan begitu, persoalan-persoalan yang terjadi tidak berlarut-larut dan problem baru meresahkan yang ada di masyarakat. 

Dengan melihat permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, di samping itu juga membawa dampak negatif bagi masyarakat. Dengan adanya dampak tersebut santri harus memberi contoh teladan yang baik. Santri pengganti para ulama yang bisa memberikan perubahan dan kemajuan terhadap agama dan bangsa. Dengan metode dakwah yang lakukan santri lewat teknologi informasi harapannya agar masyarakat bisa lebih baik, cara melakukan etika sopan santun, membantu sesama masyarakat yang lagi membutuhkan dan bisa menerapkan perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.

Artikulli paraprakPuisi: Santri Panji Diri
Artikulli tjetërPuisi: Ragaku Menghamba, Namun Sukmaku Durhaka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini