Beranda Artikel Ramadan dan Peristiwa Nuzulul Qur’an

Ramadan dan Peristiwa Nuzulul Qur’an

648
1
Ramadan dan Peristiwa Nuzulul Qur'an

pptialfalahsalatiga.com – Nuzulul Qur’an terdiri dari kata nuzul dan Al Qur’an yang berbentuk idafah. Penggunaan kata nuzul dalam istilah Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Quran) tidak dapat kita pahami maknanya secara harfiah. Nuzulul Qur’an adalah menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, sebab Al-Quran tidaklah berbentuk fisik atau materi. Pengertian Nuzulul Qur’an yang dimaksud adalah pengertian majazi, yaitu penyampaian informasi (wahyu) kepada Nabi Muhammad SAW. dari alam gaib ke alam nyata melalui malakikat Jibril AS.

Menurut Manna’ al-Qaththan, terdapat dua mazhab pokok di kalangan para ulama di seputar pemahaman tentang proses turunnya Al-Quran, yaitu:

1. Pendapat Ibnu Abbas dan beberapa yang menyatakan Al-Quran secara sekaligus turun ke Baitul ’Izzah di dunia untuk menunjukkan kepada para malaikat betapa besar peristiwa ini. Selanjutnya, Al-Quran turun bertahap selama dua puluh tiga tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang mengiringi Rasulullah hingga wafatnya.

2. Pendapat yang disandarkan pada Al-Sya’bi bahwa permulaan turunnya Al-Quran dimulai pada lailah al-qadr di bulan Ramadan, malam yang diberkahi. Setelah itu, turun secara bertahap sesuai dengan peristiwa yang mengiringinya selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian, Al-Quran hanya memiliki satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW. Sebab inilah yang dinyatakan oleh Al-Quran:


وقرْ آنا فرقناهُ لتقرأهُ على الناس على مُكثٍ ونزلناهُ تنزيل


“Dan Al Quran itu Telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Q.S. al-Isra’: 106)

Hikmah turunnya Al-Qur’an secara berangsur angsur:

Menurut Manna’ al-Qaththan dalam kitab Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an juga memberikan beberapa kesimpulan tentang hikmah turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur, yaitu:

a. Untuk meneguhkan hati Rasulullah SAW. dalam menghadapi kaum yang memiliki watak dan sikap yang begitu keras.

b. Tantangan dan mukjizat. Kaum musyrikin sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud melemahkan dan menantang untuk menguji kenabian Rasulullah SAW. Mereka mengajukan hal-hal batil dan tidak masuk akal, seperti masalah hari kiamat.

c. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman, sebab Al-Quran turun di tengah- tengah umat yang tidak pandai membaca dan menulis. Sehingga, yang menjadi catatan mereka adalah hafalan dan daya ingatnya.

d. Relevan dengan peristiwa dan penetapan hukum. Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama yang baru jika Al-Quran tidak memberikan strategi yang jitu dalam merekonstruksi kerusakan dan kerendahan martabat mereka.

e. Al-Quran turunnya berangsur angsur. Sehingga menyebabkan manusia itu belajar sedikit demi sedikit

f. Mempunyai faedah dalam pendidikan dan pengajaran. Proses turunnya yang secara berangsur-angsur dan bertahap merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia. Baik dalam upaya menghafal, memahami, mempelajari, memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan kandungan Al-Quran.

Artikulli paraprakKetahuilah Arti Ramadan Sebelum Terlewatkan!
Artikulli tjetërMalam Nuzulul Qur’an: Santri Penerus Perjuangan Pengamalan Al Qur’an

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini